Selasa, 26 Oktober 2010

Bukittinggi

Bukittinggi is a city located at the heart of West Sumatera. As one of the largest city in West Sumatera, Bukittinggi has population of 91.000 people. This city is locked by 3 mountains (Singgalang Mount, Marapi Mount, and Sago Mount). Once, Bukittinggi had been called as Fort de Kock or Parisj van Sumatra. Also, Bukittinggi had been a capital city of The Republic of Indonesia on PDRI (Eng: Emergency Government of The Republic of Indonesia) time . The city is the place where the founding father, Moh. Hatta (became the first vice president of The Republic of Indonesia) born.
Since the Dutch colonized Indonesia, Bukittinggi became the base defense of the Dutch military. This city, at that time had been named as Fort de Kock, because the defensive area is concentrated here. Lieutenant Governor-General Hendrik Markus de Kock were the one who found the city of Bukittinggi and built the Fort de Kock as the defensive act against the Minangkabau’s at Paderi War, 1825.
In 1856, the first teacher-training school in Sumatera was built in Bukittinggi. This school famous with name, Kweekschool.
When Japan taking control over Indonesia, Bukittinggi still became the defensive fort of Sumatera. Once, the people urged to built a hole for the Japanese by doing romusha. This hole or tunnel is usually called as “Lubang Jepang” (Eng: Japanese Hole).
After Indonesia got his independent, Dutch still making some uproar around Indonesia Territory by doing some Aggression in Indonesia. This causing the capital of Indonesia had been moved to Bukittinggi. In this city, the Emergency Government of The Republic of Indonesia established. Bukittinggi remain the capital cityof Indonesia from 19 December 1948 to 13 July 1949.
Bukittinggi had been the capital of Central Sumatera Province from 1950 to 1957. After the Province of West Sumatera formed, Bukittinggi became the de facto capital in 1958. But, the capital then relocated to Padang in 1978.
Bukittinggi is divided into three subdistrict (in Indonesia commonly known as: kecamatan). They are Guguk Panjang, Mandiangin Koto Selayan, and Aur Birugo Tigo Baleh.
There are many tourist objects can be found in Bukittinggi, such as.
1. Ngarai Sianok (Eng: Sianok Canyon)
2. Lubang Jepang (Eng: Japanese Hole)-a bunker located near The Sianok Canyon
3. Jam Gadang (Eng: The Big Clock)-a clock tower situated in the middle of the city, built at the Dutch time in 1926. There is something unique from this clock. The numbers from the clock are all Roman Number. But the number 4 at the clock is mistakenly as “IIII”, where it must be “IV”
4. Pasar Atas (Eng: Upper Market) and Pasar Bawah (Eng: Lower Market)-the traditional market of Bukittinggi
5. Rumah Kelahiran Bung Hatta (Eng: The Born House of Moh. Hatta)
6. Fort de Kock
7. Taman Margasatwa Kinantan (Eng: Kinantan Wildlife Park)-zoo and museum of Minangkabau, the location of the museum also known as Taman Bundo Kanduang (Eng: Bundo Kanduang Park), from this park we can go to Fort de Kock by crossing Jemabatan Limpapeh (Eng: Limpapeh’s Bridge)
8. Plaza Bukittinggi-a mall near Jam Gadang
There are various transport here in Bukittinggi, from taxi until public transport. There also a traditional transport called Bendi. Bendi is a transport where a horse being the machine. It is fascinating…….. ^^

Lapangan Wirabraja-various ceremonies are celebrated here


Mosque in the middle of the city


Limpapeh's Bridge


Topologi Jaringan

TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

    Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
  1. Topologi BUS

Topologi bus terlihat pada skema di atas. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:
Keuntungan:                              Kerugian:
- Hemat kabel                            - Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Layout kabel sederhana           - Kepadatan lalu lintas
- Mudah dikembangkan              - Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
                                                - Diperlukan repeater untuk jarak jauh
  1. Topologi TokenRING
Topologi TokenRING terlihat pada skema di atas. Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap
informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:
Keuntungan:                              Kerugian:
- Hemat kabel                            - Peka kesalahan
                                                - Pengembangan jaringan lebih kaku
  1. Topologi STAR
Merupakan kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:
Keuntungan:
- Paling fleksibel                      
- Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
- Kontrol terpusat
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
- Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian:
- Boros kabel                     
- Perlu penanganan khusus
- Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

5.  Topologi Mesh
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secaralangsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkatdapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapatdihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkatlainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akandihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harusmemiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).

Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melaluikomputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasidengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akanmempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara duakomputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.

Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatatyaitu:
  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh makadiperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini membutuhkan biaya yang relatifmahal.
  • Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dankonfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalamruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.

Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengantopologi yang berbeda


6. Topologi Tree
Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi Star. Seperti halnya Topologi Star perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan.

Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada topologi tree terhubung secara langsung ke central HUB. Sebagian perangkat memang terhubung secara langsung ke central HUB, tetapi sebagian lainnya terhubung melalui secondary HUB (lihat gambar).

Pada topologi tree terdapat dua atau lebih HUB yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat ke dalam jaringan. Keseluruhan HUB tersebut berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua bagian yaitu Active HUB dan Passive HUB.

Active HUB berfungsi tidak hanya sekedar sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya, tetapi juga memiliki fungsi sebagai Repeater.  Sinyal data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya memiliki keterbatasan dalam hal jarak, setelah berjalan sekian meter maka sinyal tersebut akan melemah. Dengan adanya fungsi Repeater ini maka sinyal data tersebut akan di-generate kembali sebelum kemudian diteruskan ke komputer yang dituju, sehingga jarak tempuh sinyal data pun bisa menjadi lebih jauh dari yang biasanya. Sedangkan Passive HUB hanya berfungsi sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya.

Pada topologi tree, seperti pada gambar, Central HUB adalah selalu sebagai Active HUB sedangkan Secondary HUB adalah Passive HUB. Tetapi pada pelaksanaannya, Secondary HUB bisa juga sebagai Active HUB apabila digunakan untuk menguatkan kembali sinyal data melalui secondary HUB lainnya yang terhubung.

Karena pada dasarnya topologi ini merupakan bentuk yang lebih luas dari topologi star, maka  kelebihan dan kekurangannya pada topologi star juga dimiliki oleh topologi tree. Perbedaannya adalah HUB dan kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya dengan mempertimbangkan segala hal yang terkait, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan. Meskipun demikian, topologi ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.